Translate

Jumat, 11 Mei 2012

Manajemen Persediaan - Just In Time


JUST IN TIME DAN PRODUKSI YANG RAMPING

      Just In Time (JIT) adalah sebuah filosofi pemecahan masalah secara berkelanjutan dan memaksa yang mendukung produksi yang ramping (lean). Produksi yang ramping (lean production) memasok pelanggan persis sesuai dengan keinginan pelanggan ketika pelanggan menginginkannya, tanpa pemborosan melalui perbaikan berkelanjutan. Produksi lean dikendalikan oleh tarikan yang berupa pesanan pelanggan. Ketika diterapkan sebagai strategi manufaktur yang menyeluruh, JIT dan produksi lean menopang keunggulan bersaing dan menghasilkan keuntungan keseluruhan yang lebih besar.
      Dengan JIT, persediaan dan komponen ditarik melalui sebuah system untuk tiba dimana dan kapan diperlukan. JIT sebagai alat yang sempurna untuk menbantu para manajer operasi memberikan nilai tambah dengan menghilangkan pemborosan dan variabilitas yang tidak dikehendaki. Karena tidak ada kelebihan persediaan atau kelebihan waktu di dalam system JIT, biaya yang berhubungan dengan persediaan yang tidak diperlukan dihapuskan dan throughput diperbaiki.
      Karena penghapusan pemborosan dan variabilitas dan konsep penarikan material adalah pokok bagi JIT dan produksi lean, maka akan didiskusikan pada bagian ini secara singkat. Kemudian akan diperkenalkan aplikasi JIT dengan para pemasok, tata letak, persediaan, penjadwalan, kualitas, dan pemberdayaan karyawan. Kemudian akan ditinjau ulang sebagian  dari fitur pembeda dari produksi lean dan penerapan JIT pada sector jasa.


Pengurangan Pemborosan

      Produk yang sedang disimpan, diperiksa, atau ditunda juga produk yang sedang menunggu dalam antrian , dan produk cacat tidak memberikan nilai tambah. Lebih dari itu aktivitas apa pun yang tidak memberi nilai tambah bagi suatu produk dari sisi pandang pelanggan merupakan pemborosan. JIT mempercepat throughput, memungkinkan pengiriman yang lebih cepat dan mengurangi barang setengah jadi. Mengurangi barang setengah jadi berarti membebaskan asset dalam persediaan untuk digunakan pada tujuan lain yang lebih produktif.


Pengurangan Variabilitas

      Untuk mencapai pergerakan bahan secara just in time, para manajer mengurangi variabilitas yang disebabkan oleh factor eksternal dan internal. Variabilitas adalah segala penyimpangan yang berasal dari proses optimal yang mengirimkan produk sempurna tepat waktu, setiap saat. Semakin sedikit variabilitas di dalam system, semakin sedikit pemborosan dalam sistem itu. Variabilitas terjadi karena:
1.     Karyawan, mesin, dan para pemasok yang menghasilkan unit yang tidak sesuai dengan standar, terlambat, atau dengan kuantitas yang tidak sesuai.
2.    Gambar atau spesifikasi teknik yang tidak akurat.
3.    Karyawan produksi yang mencoba untuk memproduksi sebelum gambar atau spesifikasi lengkap.
      Filosofi JIT yang merupakan perbaikan berkelanjutan menghilangkan variabilitas. Hilangnya variabilitas memungkinkan material yang baik dipindahkan secara just in time untuk digunakan. JIT membantu untuk memusatkan perhatian pada pemberian nilai tambah di setiap langkah.


Tarik versus Dorong

      Konsep dibelakang JIT adalah system tarik (pull system) : yaitu sebuah system yang menarik unit dimana diperlukan dan saat diperlukan. Konsep tarik dalam proses produksi digunakan baik pada proses produksi selanjutnya maupun dengan para pemasok. Dengan menarik material melalui system dengan ukuran lot yang sangat kecil pada saat diperlukan, maka tumpukan persediaan yang menyembunyikan masalah dapat dihilangkan, masalah menjadi nyata, dan pendekatan pada perbaikan secara berkelanjutan dapat dilakukan. Menghilangkan tumpukan persediaan juga mengurangi investasi dalam persediaan dan waaktu siklus manufaktur.


PEMASOK

      Kemitraan JIT ada ketika pemasok dan pembeli bekerja sama dengan sebuah sasaran bertimbal balik untuk menghilangkan pemborosan dan menekan biaya. Setiap saat material disimpan, beberapa proses yang memberi nilai tambah harus terjadi. Untuk memastika hal ini Xerox, seperti organisai terkemuka lainnya, memandang pemasok sebagai sebuah perluasan organisasi mereka sendiri. Oleh karena pandangan ini staff Xerox mengharapkan pemasok secara penuh merasa terikat untuk mengadakan perbaikan sebagaimana juga Xerox. Hubungan ini memerlukan suatu derajat keterbukaan yang tinggi dari pemasok dan pembeli.


Sasaran Kemitraan JIT

          Empat sasaran kemitraan JIT adalah:
  1. Penghilangan aktivitas yang tidak perlu. Sebagai contoh, dengan adanya pemasok yang baik maka aktivitas penerimaan dan inspeksi berikutnya tidak diperlukan dalam JIT.
  2. Penghapusan persediaan di pabrik. Persediaan bahan baku diperlukan hanya jika terdapat alasan untuk meyakini bahwa para pemasok tidak dapat diandalkan. Demikian juga bagian atau komponen harus dikirimkan dalam lot kecil secara langsung ke departemen yang akan menggunakannya ketika dibutuhkan.
  3. Penghapusan persediaan yang transit. Departemen pembelian modern saat ini menunjukan pengurangan persediaan dalam transit dengan cara memberikan pengharapan kepada para pemasok dan calon pemasok untuk mengambil lokasi di dekat bangunan pabrik dan melakukan pengiriman kecil yang sering. Persediaan juga dapat dikurangi dengan sebuah teknik yang dikenal sebagai kiriman. Persediaan kiriman adalah sebuah variasi pengelola yang menjual persediaan, yang berarti bahwa para pemasok menjaga persediaan hingga digunakan.  
  4. Penghilangan para pemasok yang lemah. Ketika sebuah perusahaan mengurangi sejumlah pemasok, maka hal ini berarti meningkatkan komitmen jangka panjang. Untuk memperoleh kualitas dan keandalan yang terus meningkat, penjual dan pembeli memiliki kepahaman yang sama dan kepercayaan timbal balik.


Perhatian Para Pemasok

       Untuk membangun kemitraan JIT, beberapa perhatian pemasok perlu dijawab. Perhatian pemasok meliputi:

  1. Keinginan untuk diversifikasi. Persepsi pemasok adalah bahwa mereka akan dapat mengurangi risiko juga mempunyai beberapa pelanggan.
  2. Penjadwalan pelanggan yang lemah. Banyak pemasok hanya memiliki sedikit keyakinan pada kemampuan pembeli untuk mengurangi pesanan menjadi jadwal yang lancar dan terkoordinasi.
  3. Perubahan teknik. Perubahan teknik yang sering, dengan lead time yang tidak cukup bagi para pemasok untuk menyelesaikan perubahan perkakas dan proses, merupakan malapetaka bagi JIT.
  4. Jaminan mutu. Produksi dengan tidak ada cacat, dianggap tidak realistis oleh banyak pemasok.
  5. Ukuran lot kecil. Para pemasok sering memiliki proses yang dirancang untuk ukuran lot besar dan melihat bahwa penyerahan yang sering kepada pelanggan dalam lot kecil sebagai cara untuk memindahkan biaya penyimpanan kepada pemasok.
  6. Kedekatan. Bergantung kepada lokasi pelanggan,penyerahan yang sering dari pemasok dalam lot kecil mungkin terlihat menjadi penghalang secara ekonomis.


TATA LETAK JIT

      Tata Letak JIT (JIT layout) mengurangi bentuk lain pemborosan yaitu pergerakan. Tata letak JIT memindahkan material secara langsung ke lokasi yang diperlukan. Sebagai contoh, sebuah lini perakitan harus dirancang dengan titik penyerahan di dekat lini perakitan tersebut. Sehingga material tidak perlu dikirimkan terlebih dahulu ke departemen penerimaan di tempat lain dalam pabrik, kemudian dipindahkan lagi. Di saat tata letak mengurangi jarak, perusahaan juga dapat menghemat ruang dan menghapuskan arena potensial untuk persediaan yang tidak dikehendaki.






Peningkatan Flexibilitas

      Sel kerja modern dirancang sedemikian rupa sehingga dengan mudah dapat di atur kembali untuk menyesuaikan perubahan pada volume, perbaikan produk, atau bahkan desain baru. Konsep flexibilitas tata letak yang sama berlaku pada lingkungan kantor. Tidak hanya peralatan dan mebel kantor yang dapat dipindahkan, tetapi juga dinding kantor, koneksi komputer dan telekomunikasi. Flexibilitas tata letak menopang perubahan yang diakibatkan oleh perbaikan produk dan proses yang tidak bisa diabaikan oleh suatu filosofi perbaikan berkelanjutan.


Dampak pada Karyawan

      Karyawan yang bekerja bersama dilatih secara bersilang sehingga mereka dapat membawa efisiensi dan flexibilitas pada sel kerja. Tata letak JIT menjadikan karyawan dapat bekerja sama sehingga mereka dapat menceritakan permasalahan dan peluang perbaikan satu sama lain. Saat para pekerja menghasilkan unit satu demi satu, mereka menguji setiap produk pada setiap langkah produksi berikutnya. Sebelum JIT diterapkan, produk cacat digantikan, dan diambil dari persediaan. Karena kelebihan persediaan tidak dipertahankan pada fasilitas JIT, maka tidak terdapat penyangga seperti itu.


Ruang dan Persediaan yang Berkurang

      JIT mengurangi persediaan dengan menghilangkan ruang untuk persediaan. Ketika terdapat ruang yang kecil, persediaan harus dipindahkan dengan jumlah lot yang sangat kecil atau bahkan unit tunggal. Unti selalu bergerak karena tidak ada gudang.


PERSEDIAAN

      Persediaan dalam system distribusi dan produksi sering bersifat “just in case (berjaga sekiranya)“ terjadi hal yang tidak beres. Artinya mereka digunakan sekiranya terjadi beberapa variasi dari rencana produksi. Persediaan ekstra kemudian digunakan untuk mengatasi variasi atau permasalahan. Taktif persediaan yang efektif memerlukan just in time bukan just in case.
      Persediaan just in time(just in time inventory) adalah persediaan minimum yang diperlukan untuk menjaga agar suatu system dapat berjalan dengan sempurna. Dengan persediaan just in time, barang tiba pada saat diperlukan dengan jumlah yang tepat.


Mengurangi Variabilitas

      Gagasan dibelakang JIT adalah menghapuskan persediaan yang menyembunyikan variabilitas pada system produksi. Karena persediaan menyembunyikan permasalahan, maka permasalahan tersebut sulit untuk ditemukan.
Mengurangi Persediaan

      Para manajer operasi beralih menuju JIT dengan jalan pertama menghilangkan persediaan. Para manajer mengurangi persediaan dan kemudian melanjutkan untuk mengikis permasalahan yang terlihat pada tingkatan berikutnya. Pada akhirnya, akan terlihat kondisi di mana persediaan dan masalah tidal lagi dapat ditemukan. Jika persediaan itu sendiri bukan merupakan malapetaka, maka persediaan menyembunyikan malapetaka karena biaya yang begitu besar.


Mengurangi Ukuran Lot

      Just in time juga berarti penghapusan pemborosan yang kedua dengan mengurangi investasi persediaan. Kunci menuju JIT adalah menghasilkan produk yang baik dalam ukuran lot kecil. Mengurangi ukuran batch bisa menjadi bantuan utama dalam mengurangi persediaan dan biaya persediaan.
      Dalam sebuah lingkungan JIT, ukuran pesanan adalah satu dan unit tunggal ditarik dari satu proses yang saling bersebelahan. Secara lebih realistis, analisis proses, waktu transportasi, dan container yang digunakan untuk pengangkutan dipertimbangkan ketika menentukan ukuran lot. Analisis seperti ini biasanya menghasilkan ukuran lot yang kecil tetapi lebih besar dari satu. Setelah ukuran lot ditentukan, model kuantitas pesanan produksi EOQ dapat dimodifikasi untuk menentukan waktu setup yang diinginkan.
             


                            2 D S
 Q  =           H [1 – (d/p)]
 
 

  








 





Mengurangi Biaya Setup

      Bagaimana pun, karena persediaan memerlukan biaya pemesanan atau setup diberlakukan terhadap unit yang diproduksi, para manajer cenderung untuk membeli (atau memproduksi) pesanan dalam jumlah besar. Dengan pesanan dalam jumlah besar, setiap unit yang dibeli atau dipesan hanya menyerasp sebagian kecil dari biaya setup. Sebagai konsekuensinya, jalan untuk menurunkan ukiran lot dan mengurangi persediaan rata-rata adalah mengurangi setup yang pada gilirannya menurunkan ukuran pesanan optimal.
     Biaya setup sangat berhubungan dengan waktu setup. Dalam suatu fasilitas pabrik, setup pada umumnya memerlukan jumlah pekerjaan yang substansial sebelum benar-benar dapat dikerjakan pada sebuah pusat kerja. Sebagian besar persiapan yang diperlukan oleh sebuah setup bisa dilakukan sebelum menghentikan mesin atau proses.
      Sama halnya dengan biaya setup yang dapat dikurangi pada mesin di dalam pabrik, waktu setup juga dapat dikurangi di sepanjang proses untuk menyiapkan pesanan. Mengurangi waktu (dan biaya) setup adalah sebuah jalan yang sempurna untuk mengurangi investasi persediaan dan meningkatkan produktivitas.


PENJADWALAN

      Jadwal yang efektif, yang di komunikasikan dalam organisasi dan ke para pemasok di luar, mendukung JIT. Penjadwalan yang lebih baik juga meningkatkan kemampuan untuk memenuhi pesanan pelanggan, menurunkan persediaan dengan menjadikan ukuran lot yang lebih kecil, dan mengurangi barang setengah jadi. Sebagai contoh, Ford Motor Company sekarang mengikat beberapa pemasok dengan jadwal perakitan akhirnya. Ford mengkomunikasikan jadwalnya ke manufaktur bumper di Polycon Industries dari system pengendalian produksi Ford di Oakville. Sistem penjadwalan menjelaskan gaya dan warna bumper yang diperlukan untuk setiap sarana angkutan yang bergerak sepanjang lini perakitan akhir. Sistem penjadwalan memancarkan informasi ke terminal jinjing yang dibawa oleh personel gudang Polyconyang membuat bumper ke ban berjalan yang menuju ke dok pemuatan. Kemudian bumper diangkut oleh truk sejauh 50 mil ke pabrik Ford. Beberapa materi yang dpat berperan untuk menuju sasaran keberhasilan ini, tetapi dua teknik (sebagai tambahan terhadap jadwal yang dikomunikasikan) adalah yang terutama. Mereka adalah jadwal bertingkat dan kaban.


Jadwal Bertingkat

      Jadwal bertingkat (level schedule) memproses batch kecil yang sering dan bukan beberapa batch yang besar. Karena teknik ini banyak menjadwalkan lot kecil yang selalu berubah, hal ini berakibat pada kesempatan yang disebut penjadwalan “selai kacang”. Tugas manajer operasi adalah membuat dan memindahkan lot kecil sehingga jadwal bertingkat menjadi hemat. Karena lot menjadi lebih kecil, maka kendala yang ada berubah dan semakin menantang. Pada beberapa titik, tidak mungkin memproses satu atau dua unit. Kendala mungkin berupa cara unit dijual dan dikirimkan atau sebuah perubahan sistem pengecatan yang mahal, atau jumlah unti yang sesuai pada proses pensterilan.
      Penjadwalan mungkin mendapati bahwa membekukan sebagian jadwal yang terdekat kepada tanggal batas waktu menjadikan sistem produksi berfungsi dan jadwal untuk dipenuhi. Pembekuan berarti tidak membiarkan perubahan jadwal. Para manajer operasi mengharapkan jadwal dapat dicapai tanpa ada penyimpangan dari jadwal.     

KANBAN

Kanban  adalah kata dalam bahasa Jepang yang berarti kartu. Dalam usaha mereka untuk mengurangi persediaan, orang Jepang menggunakan sistem yang “menarik” persediaan di seluruh pusat kerja. Mereka sering menggunakan istilah “kartu” untuk memberikan isyarat akan kebutuhan kontainer material berikutnya – maka di sebut kanban. Kartu menjadi otorisasi baagi kontainer material berikutnya untuk diproduksi. Secara khas, terdapat isyarat kanban untuk setiap kontainer yang akan di dapatkan. Sebuah pesanan kontainer diaktifkan oleh setiap kanban dan ”ditarik” dari departemen yang memproduksi atau pemasok. Sebuah urutan kanban ”menarik” material di sepanjang pabrik.
Sistem telah dimodifikasi dalam banyak fasilitas, sedemikian rupa sehingga meskipun disebut sebagai kanban, kartu itu sendiri tidak ada. Dalam beberapa hal, sebuah posisi kosong di atas lantai merupakan indikasi yang cukup bahwa kontainer berikutnya diperlukan. Dalam kasus lain, beberapa macam isyarat, seperti bendera atau kain lap memberikan tanda siaga bahwa ini merupakan waktu untuk kontainer berikutnya.

Beberapa tambahan mengenai kanban yang dapat berguna:
ü  Ketika pemakai dan produsen tidak berada dalam kontak visual, sebuah kartu mungkin dapat digunakan; cara yang lain, sebuah cahaya atau bendera atau tanda kosong di lantai mungkin cukup memadai.
ü  Karena sebuah stasiun  tarik mungkin memerlukan beberapa komponen yang perlu di pasok ulang, beberapa teknik kanban tarik dapat digunakan untuk produk yang berbeda pada stasiun tarik yang sama.
ü  Pada umumnya, setiap kartu mengendalikan sejumlah tertentu atau komponen yang spesifik, walaupun berbagai sistem karti digunakan jika sel kerja produksi menghasilkan beberapa komponen atau jika ukuran lot berbeda dengan ukuran yang dipindahkan.
ü  Dalam sebuah sistem MRP jadwal dapat dilihat sebagai perintah yang ”dibuat” dan kanban sebagai jenis sistem ”tarik” yang memlai produksi yang sebenarnya.
ü  Kartu Kanban menyediakan sebuah pengendalian langsung (batas) dari jumlah barang setengah jadi di antara sel
ü  Jika terdapat kawasan penumpukan barang yang berdekatan, maka sebuah siste, dua-kartu dapat digunakan - sebuah kartu beredar di antara kawasan penumpukan barang dan area produksi

Menentukan Jumlah Kartu Kanban atau Kontainer banyaknya kartu kanban, atau kontainer, dalam sebuah sistem JIT menentukan jumlah persediaan yang diperintahkan. Untuk menentukan banyaknya kontainer yang mundur dan maju di antara area penggunaandan area priduksi, pertama-tama pihak manajemen menentukan ukuran dari setiap kontainer. Hal ini dilaksanakan dengan cara menghitung ukuran lot, menggunakan sebuah model seperti model kuantitas pesanan produksi. Pengaturan banyaknya kontainer yang melibatkan pengetahuan (1)lead time yang diperlukan untuk menghasilkan suatu kontainer komponen dan (2) jumlah persediaan pengaman yang diperlukan untuk menjaga ketidakpastian atau variabilitas dalam sistem tersebut. Banyaknya kartu kanban dihitung sebagai berikut:




                                                Permintaan selama lead time + Persediaan pengaman
Jumlah Kanban (container) =                                Ukuran kontainer
 

Kelebihan Kanban Kontainer biasanya sangat kecil, pada senilai beberapa jam produksi. Sistem yang demikian memerlukan jadwal yang ketat. Jumlah kecil harus diproduksi beberapa kali dalam sehari. Proses harus berjalan lancar dengan variabilitas kecil dalam kualitas lead time karena setiap kekurangan akan berdampak secara langsung pada sistem secara keseluruhan. Kanban memberikan penekanan tambahan untuk memenuhi jadwal, mengurangi biaya dan waktu yang diperlukan oleh setup, dan penanganan material yang hemat.
      Di antara aspek yang tidak baik adalah kualitas buruk, keusangan, kerusakan, ruang yang penuh, aset yang mengikat, asuransi yang meningkat, penanganan material yang meningkat, dan kecelakaan yang terus meningkat. Sistem kanban menekan semua hal negatif pada persediaan.
Sistem kanban di pabrik sering menggunakan kontainer standar dan bisa digunakan kembali untuk melindungi sejumlah tertentu yang akan dipindahkan . kontainer seperti ini juga diperbolehkan dalam rantai pasokan. Kontainer yang distandarisasi mengurangi beban dan biaya penjualan, menghasilkan lebih sedikit ruang yang terbuang dalam kereta gandeng dan memerlukan lebih sedikit tenaga kerja untuk mengemas, membongkar, dan menyiapkan item.

KUALITAS

      Hubungan antara JIT dan kualitas sangat kuat. Keterkaitannya terdapat dalam tiga cara. Pertama, JIT memotong biaya perolehan kualitas yang baik. Penghematan terjadi karena sisa pengerjaan ulang, investasi persediaan, dan biaya kerusakan terkubur dalam persediaan. JIT menekan turunnya persediaan; oleh karena itu, lebih sedikit unit yang tidak baik diproduksi dan lebih sedikit unit harus dikerjakan ulang. Singkatnya, karena persediaan menyembunyikan kualitas yang tidak baik, JIT secara seketika menyingkapkan hal tersebut.
      Kedua, JIT meningkatkan kualitas. Karena JIT menyusutkan antrian dan lead time, maka JIT mempertahankan bukti kesalahan tetap segar dan membatasi banyaknya sumber kesalahan yang potensial. Hasilnya, JIT menciptakan sistem peringatan dini untuk permasalahan kualitas seemikian rupa sehingga lebih sedikit unit yang tidak baik diproduksi dan umpan balik secarang langsung.
      Akhirnya, kualitas yang lebih baik berarti lebih sedikit penyangga yang diperlukan dan, oleh karena itu, bisa terdapat sistem JIT yang lebih baik, yang lebih mudah dilaksanakan. Serng kali tujuan menjaga persediaan adalah untuk melindungi dari kualitas yang tidak dapat diandalkan. Jika terdapat kualitas yang konsisten, maka JIT memungkinkan perusahaan untuk mengurangi semua biaya yang berhubungan dengan persediaan.

PEMBERDAYAAN KARYAWAN

      Karyawan yang diberdayakan dapat membawa keterlibatan mereka untuk menghadapi permasalahan operasional harian yang merupakan filosofi just in time. Hal ini berarti tugas yang biasanya didelegasikan kepada para staf dapat dialihkan kepada karyawan yang diberdayakan.
      Perusahaan tidak hanya memberikan pelatihan dan melakukan pelatihan secara bersilang, tetapi juga perlu mengambil keuntungan penuh yang berasal dari investasi dengan memperkaya pekerjaan. Dibantu oleh pelatihan silang yang agresif dan sedikitnya klasifikasi pekerjaan, perusahaan dapat melibatkan kapasitas mental seperti halnya fisik karyawan dalam tugas yang menantang untuk memperbaiki situasi kerja tersebut.
     Filosofi JIT yang berupa perbaikan berkelanjutan memberikan kesempatan pada karyawan untuk memperkaya pekerjaan dan hidup mereka. Ketika pemberdayaan berhasil dikelola, perusahaan memperoleh keuntungan dari komitmen timbal balik dan rasa hormat pada kedua pihak yaitu karyawan dan manajemen.

PRODUKSI YANG RAMPING

      Produksi yang ramping (lean) dapat dilihat sebagai hasil akhir dari sebuah fungsi MO yang berjalan dengan baik. Perbedaan utama antara JIT dengan produksi lean adalah JIT merupakan sebuah filosofi perbaikan berkelanjutan dengan fokus internal, sementara produksi lean memulai secara eksternal dengan fokus pada pelanggan. Memahami apa yang pelanggan inginkan dan memastikan input dan umpan balik pelanggan adalah titik awal bagi produksi lean. Produksi lean berarti mengindentifikasi nilai pelanggan di masa datang dengan menganalisis semua aktivitas yang diperlukan, dan kemudian melakukan optimasi proses secara keseluruhan sesuai dengan pandangan pelanggan.
       Transisi untuk produksi lean memang sulit. Membangun sebuah budaya organisasi di mana pembelajaran dan perbaikan berkelanjutan menjadi norma merupakan sebuah tantangan. Bagaimanapun, organisasi yang terfokus pada JIT, kualitas, dan pemberdayaan karyawan sering kali merupakan produsen yang ramping (lean). Perusahaan seperti itu menghilangkan aktifitas yang tidak memberi nilai tambah dalam pandangan pelanggan.
     Produsen lean sering menjadi opelaku beanchmark. Merea berbagi atribusi sebagai berikut:
ü  Menggunakan teknik just in time untuk menghapuskan hampir semua persediaan.
ü  Membangun sistem yang membantu karyawan menghasilkan kompopnen yang sempurna setiap saat
ü  Mengurangi kebutuhan luas ruang dengan meminimasi jarak tempuh komponen.
ü  Mengembangkan hubungan yang erat dengan para pemasok, membantu untuk memahami kebutuhan mereka dan kebutuhan pelanggan mereka.
ü  Mendidik para pemasok untuk dapat menerima tanggung jawab dalam membantu memenuhi kebutuhan pelanggan.
ü  Menghapuskan semua aktivitas kecuali yang memiliki nilai tambah. Penanganan material, pemeriksaan, persediaan, dan pekerjaan ualgn bukan merupakan target karena tidak memberikan nilai tambah kepada produk.
ü  Mengembangkan kekuatan pekerja secara konstan dalam memperbaiki desain kerja, pelatihan, partisipasi, dan komitmen karyawan, dan kerja sama kelompok.
ü  Membuat pekerjaan menjadi lebih menantang, mendorong tnggung jawab pada tingkatan serendah mungkin.
ü  Mengurangi banyaknya kalsifikasi kerja dan membangun fleksibitas pekerja.

JIT DALAM SEKTOR JASA

      Semua teknik JIT dalam hubungannya dengan para pemasok, tata letak, persediaan, dan penjadwalan digunakan dalam sektor jasa. Pemasok seperti yang telah dicatat, hampir setiap restoran berhadapan dengan para pemasok dalam basis JIT. Yang tidak, pada umumnya gagal. Pemborosan sangat jelas – makanan tebuang dan pelanggan mengeluh.
     Tata Letak tata letak JIT diperlukan di dalam dapur restoran, di mana makanan dingin haris disajikan dingin dan makanan hangat disajikan hangat. Ebagai contoh, McDonal’s telah mengatur kembali tata letak dapurnya dengan biaya yang begitu besar untuk menghemat waktu proses produksi, sehingga mempercapat penyerahan ke pelanggan.
       Persediaan Setiap pialang saham menurunkan persediaan hingga mendekati nol. Kebanyakan pesanan jual dan belu terjadi pada basis JIT karena sebuah pesanan jual atau beli yang tidak diekssekusi tidaklah dapat diterima leh kebanyakan klien. Seorang pialang mungkin berada dalam masalah yang serius jika menaham sebuah perdagangan yang tidak dieksekusi. Rumah sakit juga menjalankan persediaan secara JIT dan persediaan pengaman yang rendah, bahkan untuk oerseduaan yang kritis seperti obat farmasi, dengan membangun jaringan komunikasi sebagai sistem cadangan.
      Penjadwalan Pada loket tiker perusahaan penerbangan, fokus sebuah sistem JIT adalah permintaan pelangga, tetapi bukannya dipenuhi oleh persediaan produk yang berwujud, melainkan harus dipenuhi oleh karyawan. Melalui penjadawalan rumit, karyawan loket tiker perusahaan penerbangan muncul tepat waktu untuk dapat memenuhi permintaan pelanggan, dan mereka menyediakan pelayanan berdasarkan JIT. Dengan kata lain, karyawan dijadwalkan, dan bukannya ”barang” yang disimpan sebagai persediaan. Penjadwalan karyawan merupakan hal yang kritis.
     Untuk mengirimkan barang dan jasa kepada pelanggan dalam permintaan yang berubah secara terus-menerus, para pemasok harus dapat diandalkan, perseduiaan yang ramping (lean), siklus waktu yang singkat, dan jadwal yang cepat. Isu ini sekarang dikelola dengan sangat berhasil pada banyak perusahaan terlepas dari jenis produk mereka. Teknik JIT secara luas digunakan baik oleh perusahaan penghasil barang maupun jasa; mereka hanya terlihat berbeda.

1 komentar: